PRINGSEWU – Sebelum maupun setelah Pilkada Pringsewu digelar, situasinya tetap berjalan seperti biasanya. Roda perekonomian di daerah otonomi baru ini juga tetap berjalan. Indikatornya terlihat dari situasi pasar yang tetap ramai dan perbankan juga tetap buka seperti biasanya.
Urusan politik, nampaknya, warga tak ingin terlalu campur tangan. Pembicaraan politik dan pilihan juga hanya sebatas pada pilkada yang dihelat 28 September 2011. Setelah usai, mereka terutama pelaku usaha kembali larut dalam kegiatannya masing-masing.
Menurut Muhlas, warga Pringsewu, dirinya tak mau pusing dengan persoalan politik. Sebab, dia tak ingin terjebak dalam kepentingan politik yang pada akhirnya membuat masyarakat terkotak-kotak. ’’Kalau terlalu larut dalam politik, kita bisa terkotak-kotak. Terlebih kalau bicara dukung-mendukung. Yang ada malah membuat perpecahan di masyarakat. Sekarang, bagaimana caranya menata ekonomi dan menyejahterakan masyarakat yang dimulai dari pribadi masing-masing?” ajaknya.
Hal sama dikatakan Sigit, aktivis kepemudaan. Dia memberikan saran, sebaiknya masyarakat tak perlu larut dalam dukung-mendukung salah satu pasangan calon. Yang ada bagaimana caranya meminimalisasi perbedaan untuk satu tujuan membuat situasi kondusif dan sama-sama memajukan Kabupaten Pringsewu.
Diketahui, warga Pringsewu cukup antusias saat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 28 September 2011. Jalan protokol di Pringsewu terlihat lengang. Bahkan beberapa ruas jalan yang biasanya padat tampak lengang. Beberapa toko di Pasar Pringsewu juga terlihat tutup. (sag/rnn/c2/een)
http://www.radarlampung.co.id/read/politika/42093-pasca-pilkada-situasi-tetap-normal-
0 komentar:
Posting Komentar
Sedulur-sedulur jangan lupa komentarnya ya!