PROYEK rehabilitasi kawasan kritis daerah tangkapan sungai dan danau melalui rehabilitasi jaringan irigasi Way Wates di Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, diduga tidak sesuai bestek. Paket itu memiliki nilai Rp719,494,000 dengan bentuk pengerjaan pembangunan talut sepanjang 1.014 meter dan diperuntukkan penanggulangan banjir.
Namun, bentuk saluran air yang tidak sesuai dikhawatirkan malah menimbulkan banjir. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Pringsewu Drs Hi. Safrudin saat meninjau proyek itu kemarin.
’’Perencanaan bangunan ini terlihat kurang matang. Semua pintu air kecil. Ini bisa menyebabkan air tidak bisa tertampung ketika hujan lebat,” kata Safrudin yang melakukan sidak bersama anggotanya.
Karena itu, terus Safrudin, pintu air harus dibongkar. ’’Pintu air terlalu rendah dan kecil serta komposisi adukan tidak sesuai,” ujarnya.
Sementara, Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Pringsewu Imam S. Raharjo mengatakan, untuk mengantisipasi banjir, konsultan sudah mengubah ukuran pada gambarnya dan pintu air. Yakni dari 70 cm diubah menjadi satu meter.
0 komentar:
Posting Komentar
Sedulur-sedulur jangan lupa komentarnya ya!