TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Petani Pringsewu minta agar benih padi program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) diganti. Pasalnya, benih jenis varietas ciherang yang ditanam saat ini tidak 'berbuah manis' bagi petani.
Justru saat tanaman padi memasuki usia tanam sekitar 60 hari, mulai keluar buah, beberapa ada yang menghasilkan buah berwarna hitam dan tidak berisi. Gabuk atau oleh masyarakat setempat disebut padi gerandong.
Selain itu, di sela-sela tanaman padinya juga tumbuh rumput jangkongan, yang tingginya melebihi tanaman padi."Benih padi di tanam pas tumbuh seperti ini," tukas Nur Rohim, warga Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, saat ditemui di sawahnya, Selasa (13/3/2012).
Alhasil, tanaman padi gerandong itu dia cabut dan dibuang ke parit, sebagian warga ada yang memanfaatkan untuk pakan ternak. Atas hal itu, Nur mengaku rugi lantaran produksi padi di sawahnya berkurang akibat adanya beberapa tanaman padi yang tidak bisa menghasilkan buah.
Ironisnya, tambah Sekretaris Gapoktan Karya Tani tersebut, kejadian serupa hampir merata dan dialami petani yang melaksanakan program SLPTT dengan varietas bibit padi ciherang.
"Padahal kami menerima benih padi itu masih dalam kemasan plastik yang tertera benih bersertifikasi yang dikeluarkan oleh PT Sanghyangsri," ungkapnya.
Atas hal tersebut, dia berharap agar pemerintah dapat mengganti varietas bibit SLPTT dengan varietas bibit yang lebih baik. Jika diminta memilih, Nur mengaku lebih baik inpari 13.
Selain itu Dwin, petani lainnya mengharap agar varietas bibit program SLPTT bervariasi.Misalnya, setiap dua kali tanam diganti. Sehingga tidak terus-terusan dengan satu varietas benih.
0 komentar:
Posting Komentar
Sedulur-sedulur jangan lupa komentarnya ya!