Headlines News :
Home » » Tarif Angkot Anak Sekolah Harus Rp 2 Ribu

Tarif Angkot Anak Sekolah Harus Rp 2 Ribu

Written By Unknown on 3/01/2012 | 09.33

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebanyak 50-an sopir angkutan desa (angdes) Pringsewu-Sukoharjo-Adiluwih mogok operasi, Rabu (29/2) pagi. Akibatnya, transportasi umum trayek tersebut lumpuh total.

Kurnaidi  salah seorang perwakilan angdes trayek tersebut mengatakan, mereka melakukan aksi damai tersebut  untuk menarik kesadaran masyarakat dalam membayar jasa angkutan umum. Terutama anak sekolah, sebab beberapa angdes masih ada yang bersedia dibayar Rp 1000.

"Padahal sesuai kesepakatan seluruh sopir tahun 2010 lalu  anak sekolah ditarif Rp 2000," ungkapnya, Rabu. Alhasil, penumpang sekolah yang menjadi penumpang rutin dan andalan para angdes tersebut suka memilih-milih mobil.

"Memilih angkutan yang bersedia dibayar Rp 1000," tambah Atok, perwakilan sopir lainnya. Sehingga, angdes yang memberlakukan tarif Rp 2000 sepi penumpang pelajar. Oleh karena itu, mereka mengumpulkan sopir-sopir di lapangan Kecamatan Sukoharjo.

"Biar tahu jika masyarakat membutuhkan kami, dan akhirnya ketika kami sperti ini (mogok) mereka terlantar," kata Atok. Menurutnya, penghentian operasi angdes sementara itu juga untuk menumbuhkan kekompakkan para sopir. Selain itu mengantisipasi terjadinya tindakan anarkisme sesama sopir.

Sebab, tambah Atok, jika tidak ada keseragaman tarif bisa menimbulkan kecemburuan yang berpotensi pada tindakan kekerasan fisik. Menurut Atok, tarif Rp 1000 tidak sesuai dengan operasional mereka. Jika sekali berangkat angdes hanya berisi 10 orang, sopir hanya mendapat Rp 10 ribu. Jika pergi pulang Rp 20 ribu.

Belum lagi dipotong bensin PP sebanyak tiga liter. Juga setoran ke pemilik mobil rata-rata Rp 50 ribu per hari. Apa lagi, pukul 17.00 WIB sudah tidak ada penumpang.

Atas aksi damai para sopir  angdes itu, Kapolsek Sukoharjo AKP M Daud, Ketua DPC ORGANDA Pringsewu Leswanda Putra dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) menyambangi para sopir angdes agar kembali melayani penumpang.

Mereka berjanji akan menampung aspirasi para sopir untuk menyeragamkan tarif angkutan, khususnya anak sekolah disamakan dengan umum. Namun, untuk itu masih memerlukan proses yang akan segera diputuskan.(Didik)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Sedulur-sedulur jangan lupa komentarnya ya!

 
Support : Creating Website | AFAS | Ali Topan
Copyright © 2012. kabarpringsewu - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger