PRINGSEWU — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pringsewu, memproyeksikan Juli 2012 kabupaten ini telah memiliki gedung olahraga (GOR) berlantai II berukuran 21x35 meter persegi di Kuncup, Pringsewu Selatan. Ini menyusul telah ditenderkannya pembangunan GOR senilai Rp4,595 miliar yang memanfaatkan dana bantuan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kepmenpora) Jakarta.
Ketua Harian KONI Pringsewu, Imop Sutopo, S.E., didampingi pengurus dan Ketua Cabor Zulmar, menjelaskan rencana membangun GOR di Pringsewu sudah lama. ”Alhamdulillah mulai tahun 2011 dengan pembangunan tahap awal menelan anggaran sebesar Rp589 juta. Kemudian pada akhir tahun 2011 usulan proposal pengajuan bangunan GOR ke Kemenpora ternyata juga disetujui Menpora Andi Malarangeng, dengan jumlah bantuan dana sebesar Rp4,595 miliar,” jelasnya.
Mengingat anggaran bantuan disetujui akhir tahun 2011, tidak memungkinkan KONI Pringsewu bisa melaksanakannya pada tahun itu juga. ”Kami telah mengajukan adindum (perpanjangan) untuk bisa dikerjakan pada tahun 2012 dan disetujui oleh Kepmenpora,” sebutnya.
Selanjutnya menurut Imop Sutopo, untuk melaksanakan proses pembangunan, KONI harus terlebih dahulu membentuk komite pembangunan melalui SK Bupati No:B/170.a/KPTS/42/2011 yakni tentang pembentukan komite pembangunan prasarana olahraga Kabupaten Pringsewu.
Dalam komite pembangunan yang di bentuk bupati beranggotakan unsure KONI, cabang olahraga (cabor), dispora, kepemudaan dan tenaga teknis. Menurutnya, pembangunan GOR Pringsewu di perkirakan akan selesai pada Juli 2012. ”Tinggal menunggu hasil lelang. Dimana lelang dibuka sejak tanggal 9-18 Januari telah
ada empat perusahaan yang mendaftar,” ungkapnya.
Dengan dimilikinya GOR berlantai II tersebut, tentunya Pringsewu akan memiliki fasilitas olahraga untuk para atlet berlatih.
“Untuk lantai I akan digunakan untuk tempat kepemudaan dan kesenian. Sedangkan lantai II untuk kantor KONI," bebernya.
Menurutnya, mustahil Pringsewu bicara prestasi jika tidak memiliki sarana dan prasarana olahraga. “Oleh karena itu pada tahun 2011 Koni mengalihkan anggaran pembinaan sebesar Rp589 juta untuk pembangunan tahap awal. Tetapi dari anggaran yang dialokasikan sebesar itu, hanya 60,4% yang terserap dan sisanya sekitar Rp300-an juta kembali ke kas daerah,” pungkasnya. (kim)
sumber: radartanggamus.co.id
0 komentar:
Posting Komentar
Sedulur-sedulur jangan lupa komentarnya ya!