Bersepeda Sambil Timba Ilmu Pertanian
PRINGSEWU - Meski raut wajah lelah tak dapat disembunyikan, namun binar-binar keceriaantetap terpancar dari wajah wajah lansia yang menjadi peserta bersepeda keliling ke delapan kecamatan di Kabupaten Pringsewu. Selain kepuasan batin sebagai upah lelah mengayuh sepeda puluhan kilometer, juga mereka jadikan sebagai sarana menimba ilmu bertani berdasar pengalaman yang mereka temukan selama di perjalanan.
Bagi sebagian orang kegiatan paguyuban petani lansia dari Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu ini sebagai tindakan yang kurang kerjaan. Terlebih dengan usia pesertanya yang sudah layak istirahat menikmati masa tua di rumah. Namun ini tak berlaku bagi peserta tur yang rata-rata usianya 60 tahun ke atas. Menyandang status lansia, mereka malah mengelorakan semangat untuk mengayuh sepeda. Meski rute yang dilalui bergelombang, menanjak, bahkan lebih sering dijalan berlubang.
Jarak tempuh yang lumayan jauh mengelilingi Kabupaten Pringsewu. Membuatnya tak cukup waktu satu hari untuk mengelilinginya. Usia yang tak lagi muda mereka mulai start dari Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Jumat (17/2) pukul 07.00 WIB. Membutuhkan waktu delapan jam atau bertepatan pukul 15.00 WIB baru sampai di Pasar Pagelaran, Kecamatan Pagelaran.
Sudah separuh kecamatan yang mereka sambangi, yakni Kecamatan Adiluwih, Sukoharjo, Banyumas dan Pagelaran. Tersisa, Kecamatan Pardasuka, Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Gadingrejo dan finish di Kecamatan Pringsewu.
Untuk melanjutkan perjalanan Sabtu (18/2), mereka bermalam di Kecamatan Pagelaran. Koordinator tur sepeda Gatot Priyanto (75), perjalanan mereka lakukan merayakan kegembiraan atas pemekaran Srikaton menjadi pekon baru.
Mereka juga ingin bertemu orang nomor satu di Pringsewu yang juga baru. “Saking senenge kabupaten anyar, desone anyar (Sangat senangnya kabupaten baru, desanya/pekonnya baru),” jelas Gatot dalam gaya bahasa Jawa Timur.
Para lansia ini bersepeda secara konvoi dengan seragam kaus warna coklat. bendera merah putih bertiang bambu runcing dikaitkan pada bagian belakang masing-masing sepeda. Jenis sepedanya beragam, jengki dan ada juga sepeda kumbang seperti yang sedang digandrungi oleh salah satu komunitas sepeda saat ini. Akan tetapi, sepeda-sepeda itu tidak setua sepeda antik sekelas simplex atau gaselle.
Gatot mengakui, jika mereka bukan dari kalangan komunitas sepeda. Itu ditunjukan dari bentuk sepeda mereka gunakan, sekadar sepeda untuk bepergian ke ladang atau sawah. Namun menurut Gatot, yang lebih terpenting dengan sepeda murahan itu semangat mereka luar biasa.
Selama bersepeda mereka juga menimba ilmu, terutama dalam bidang pertanian. Sebab, ketika melintas di lokasi yang terdapat tanaman pertanian yang baik mereka singgahi dan menanyakan kepada pemilik soal apa saja yang bisa membuat tanaman itu lebih baik. Begitu juga dengan tanaman pertanian kurang baik, mereka juga bertanya penyebabnya.
Sehingga dengan menyerap baik buruknya, bisa menjadi masukan tersendiri bagi mereka dalam bertani. Sekitar pukul 16.30 WIB para lansia itu diterima Bupati Pringsewu Sujadi Saddat di kediamannya di Kecamatan Pagelaran.
Dihadapan Sujadi, Gatot menyampaikan bahwa kegiatan yang mereka lakukan itu juga untuk mengingatkan anak muda mengenai asal usulnya. “Mungkin kalau anak muda melecehkan kegiatan kami ini, ya biarin. Karena mereka belum pernah merasa dilecehkan menjadi orang tua,” tukas Gatot.
Selain itu, Gatot juga mengkritisi mengenai HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus tahun lalu. Ia mengaku kecewa, dengan para remaja dan bahkan pegawai negeri sipil yang enggan memasang bendera merah putih di kendaraan masing-masing.
Ia menginginkan agar bupati menekankan pemasangan bendera dilakukan selama satu bulan penuh pada Agustus mendatang. “Satu bulan dipasang bendera merah putih, kehujanan ya biar, kepanasan ya biar, merah putihkan tahan segala-galanya,” ujarnya.
Para lansia ini juga berharap agar bupati bisa membangun Pringsewu menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Sujadi juga menginginkan, semangat kaum lansia tersebut juga tertanam pada generasi muda. “Kalau yang tua bisa bersepeda delapan kecamatan, yang muda seharusnya bisa lebih seperti itu,” tukasnya.
Saat itu, Sujadi juga menjelaskan terkait program pembangunan Pringsewu menuju kabupaten agribisnis dan jasa. Selama tour, para lansia ini didamping Anggota Komisi C DPRD Pringsewu Suwono dan dikawal oleh anggota polisi serta ambulans Kecamatan Adiluwih.
0 komentar:
Posting Komentar
Sedulur-sedulur jangan lupa komentarnya ya!