Pelajari Pendidikan dan Bidang Keagamaan
PRINGSEWU - Pemkab Pringsewu melakukan kunjungan ke Pemkab Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, untuk melihat dari dekat pelaksanaan sejumlah program di bidang keagamaan dan pendidikan. Rombongan yang dipimpin Sekkab Pringsewu Idrus Effendi, Asisten I Firman Muntako, diikuti Kabag Humas Sunargianto, Kasubag Tata Pemerintahan dan Umum Budi serta Andika Kasubag Protokol.
PRINGSEWU - Pemkab Pringsewu melakukan kunjungan ke Pemkab Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, untuk melihat dari dekat pelaksanaan sejumlah program di bidang keagamaan dan pendidikan. Rombongan yang dipimpin Sekkab Pringsewu Idrus Effendi, Asisten I Firman Muntako, diikuti Kabag Humas Sunargianto, Kasubag Tata Pemerintahan dan Umum Budi serta Andika Kasubag Protokol.
Sekab Pringsewu Drs. Idrus Efendi yang memimpin rombongan diterima Asisten III Pemkab Tasikmalaya Drs. H. Munawar, M.M., dalam pemaparannya mengatakan pemkab Pringsewu selama ini sudah mencoba memperhatikan berbagai hal. Di antaranya perhatian pada guru ngaji. Termasuk zakat profesional akan dicoba diterapkan dimana dananya untuk pembinaan keagaaman. "Ini harapan kami kedepan yang ingin diadopsi dari Pemkab Tasikmalaya. Selain itu kedatangah rombongan pemkab untuk “memotret” struktur pemerintahan meski diakui jauh perbeadan antara Pringsewu dengan Tasikmalaya. Mengurus Kabupaten Tasikmalaya ini luar biasa, harapan kita mau melihat dalam pelaksanaan penerapan program-program yang telah diterapkan," terangnya.
Sementara itu, Asisten 3 Tasikmalaya Drs. H. Munawar, M.M., didampingi Kadis Pendidikan Muhammad Zain beserta beberapa kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mengatakan, Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki 39 kecamatan dan 509 desa berpenduduk 1,8 juta jiwa. Kabupaten dengan luas wilayah 20.700 km2 dengan visi wujudkan Tasikmalaya Islami unggul mandiri dan berbasis pedesaan sejak tahun 2007 sudah mulai menerapkan pemakaian busana muslim. Meski tak ada perda ataupun peraturan bupati yang mengaturnya namun halini berjalan sampai sekarang. “Himbauan bupati agar PNS mapun honorer beragama Islam (muslimah) mengenakan busana muslim direspon, para pegawai langsung mengikuti kecuali bagi PNS yang non muslim,” jelasnya.
Setelah PNS Tasikmalaya semuanya menggunakan busana muslim, barulah imbauan bupati disampaikan ke beberapa instansi termasuk siswa disekolah sekolah yang beraagama Islam. Menurtnya penggunaanjilbab sudah menyatu denga masyarakat Tasikmalaya. "Cukup imbauan saja kepada pegawai. Tahun 2007 ada aturan tentang pakaian dinas pegawai yang di dalamnya perempuan pakai jilbab," paparnya.
Begitu juga dengan pesantren semuanya juga menjadi kebiasaan. Di Kabupaten Tasikmalaya untuk Pendidikan sudah menerapkan sistem mengaji sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. Kemudian pada bulan Ramadan para siswa tidak diliburkan melainkan dimasukan ke pondok pesanteren.
"Belajar Alquran, wudhu dan sholat duha serta sholat dzuhur berjamaah sudah diterapkan disetiap sekolah. Dimana setiap awal belajar membaca Alquran termasuk sholat duha dan zuhur berjamaah serta pada bulan Ramadan. Proses belajar dipindahkan ke pesantren yang terdekat dengan lingkungan sekolah teramsuk ustadnya. Ini terbutki efektif dimana di Kabupaten Tasikmalaya aksi corat coret dalam kelulusan tak ada lagi," ungkapnya.
Termnasuk zakat professional yakni zakat yang diambil dari gaji PNS juga telah diterapkan. Dimana dananya kemudian digunakan untuk membiayai sejumlah kegiatan keagamaan termasuk kesejahteraan para ustadz, guru ngjai dan lainnya yang terperhatikan.
Sementara itu Sekda Kabupaten Pringsewu Idrus Effendi memaparkan, sebagai DOB yang usianya akan memasuki 3 tahun Kabupaten Pringsewu ternyata kondisinya tidak jauh berbeda dengan apa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Apalagi Bupati Pringsewu Kh. Sujadi dan wakilnya Handitya Narapati merupakan sosok agamis yang juga pengasuh pondok pesantren.
"Di Kabupaten Pringsewu juga banyak berdiri pondok pesanteren dan dilihat dari visi antara Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Tasikmalaya memiliki kesamaan masyarakat yang agamis. Ini menjadi salah satu faktor kenapa Pemkab Pringsewu melakukan stady banding ke Kabupaten Tasikmalaya," jelasnya.
Harapannya pembiasaan berbusana muslim dan mengenakan jilbab bagi umat Islam juga dapat diikuti warga Kabupaten Pringsewu.
http://www.radartanggamus.co.id/pringsewu/4889-pemkab-pringsewu-kunjungi-tasikmalaya
0 komentar:
Posting Komentar
Sedulur-sedulur jangan lupa komentarnya ya!