TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Murid Sekolah Dasar Negeri 2 Pekon Margodadi Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu harus menggeser meja atau kursi saat belajar di ruang kelas. Hal ini dilakukan agar tidak basah ketika hujan mengguyur wilayah tersebut.
Pasalnya, atap ruang kelasnya bocor. "Saat hujan datang meja dan bangku harus di geser agar bisa belajar," ujar kepala sekolah SD 2 Marfuah kepada wartawan, Kamis (23/2).
Kondisi tersebut terjadi di empat dari 10 kelas yang ada. Sehingga siswanya harus belajar berhimpitan dengan teman satu kelasnya. Padahal, jumlah murid di sekolah tersebut tergolong tidak sedikit, sebanyak 273 anak.
Menurut guru kelas enam Suyarto, pihaknya sudah berulang kali mengajukan bantuan rehabilitasi gedung. Namun belum juga ada jawaban.
Pasalnya, atap ruang kelasnya bocor. "Saat hujan datang meja dan bangku harus di geser agar bisa belajar," ujar kepala sekolah SD 2 Marfuah kepada wartawan, Kamis (23/2).
Kondisi tersebut terjadi di empat dari 10 kelas yang ada. Sehingga siswanya harus belajar berhimpitan dengan teman satu kelasnya. Padahal, jumlah murid di sekolah tersebut tergolong tidak sedikit, sebanyak 273 anak.
Menurut guru kelas enam Suyarto, pihaknya sudah berulang kali mengajukan bantuan rehabilitasi gedung. Namun belum juga ada jawaban.
Sehingga mereka berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk memperbaiki bangunan sejak tahun 1975 itu.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata (Disdikbudpar) Pringsewu Samsir menyebut tahun 2012 ini Bumi Jejama Secancanan memiliki dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 50 miliar, untuk kegiatan rehabilitasi dan pembangunan perpustakaan SD dengan SMP.
Akan tetapi, guna pengalokasian dana tersebut pihaknya saat itu belum selesai memverikasi jumlah sekolah. Selain itu untuk pengalokasian dananya, juga masih menunggu peng SK-an Bupati Pringsewu Sujadi Saddat.(Didik)
0 komentar:
Posting Komentar
Sedulur-sedulur jangan lupa komentarnya ya!