TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Sebanyak 100 hektare sawah di Kabupaten Pringsewu kekeringan berat dan terancam gagal panen.

"Kalau dua minggu ke depan tidak ada hujan, bisa gagal panen," tukas Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikulturan Dinas Perkebunan Kehutanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Pringsewu Jatiwan saat dihubungi, Senin (30/7/2012).
Dengan terjadinya gagal panen, produksi padi selama tanam gadu ini akan menurun. Menurut Jatiwan, jika normal produksi padi berkisar 6 ton-6,5 ton per hektare. Jadi dari 100 hektare yang terancam gagal panen, 600 ton-650 ton padi bakal tidak terpanen.
Jatiwan mengungkapkan, untuk lahan yang berada di dekat sumber air seperti sungai, warga masih bisa mengupayakan dengan menyedot air dengan mesin untuk mengairi tanaman padinya. Meskipun menambah biaya produksi padi. Sementaran untuk lahan yang jauh dengan sumber air, Jatiwan hanya menanggapi pasrah.
"Bagi yang tidak ada sumber air, ya mari kita berdoa agar ada hujan," ungkapnya. Dia mengungkapkan, 100 hektare lahan yang terpantau terancam kekeringan berat saat ini berada di Kecamatan Pringsewu sebanyak 80 hektare, Kecamatan Adiluwih 2 hektare, dan Kecamatan Sukoharjo 18 hektare.
Jumlah tersebut, tambah Jatiwan, dari luas sawah yang terancam kekeringan di Bumi Jejama Secancanan sebanyak 652 hektare. Rincinya, Kecamatan Pringsewu 425 hektar, Kecamatan Adiluwih 101 hektare, Kecamatan Sukoharjo 71 hektare dan Pagelaran 55 hektare.(robertus didik)
0 komentar:
Posting Komentar
Sedulur-sedulur jangan lupa komentarnya ya!